Sebagai seorang pebisnis, Anda tentunya perlu mencari cara paling efektif untuk menghasilkan untung sekaligus pekerjaan juga lebih efisien. Salah satunya adalah menyetok barang. Menyetok barang kebutuhan bukanlah ide yang buruk karena Anda bisa mengirit waktu serta tenaga. Sewaktu-waktu barang dibutuhkan pun Anda tidak perlu kerepotan karena ada stok tersebut. Hanya saja, tidak jarang stok tersebut terbuang sia-sia karena terlalu banyak hingga rusak terutama kalau Anda menyetok barang untuk usaha kuliner. Nah, berikut adalah cara mengelola stok barang untuk usaha kuliner yang bisa Anda praktikkan.

Siapkan Tempat Penyimpanan Khusus

Memisahkan tempat penyimpanan dan tempat barang yang sudah terpakai ini sangat penting. Alasan utamanya tentunya untuk memudahkan Anda memilih barang yang dibutuhkan. Di tempat yang terpisah pun pastinya ukurannya lebih luas. Jadi, Anda bisa memisahkan langsung barang berdasarkan kategorinya. Contohnya saja, Anda bisa memisahkan, tepung, bumbu-bumbu, daging, telur, dan lain sebagainya. Pastikan Anda menempatkan barang yang lebih mudah busuk di satu tempat yang strategis dan berdekatan sehingga bisa cepat dicek. 

Bedakan Tempat untuk Stok Lama dan Baru

Anda butuh untuk menyetok kebutuhan lagi ketika stok yang ada di penyimpanan tinggal sedikit. Agar stok yang lama terpakai dulu, pisahkan tempat untuk stok lama dan baru sehingga stok lama tidak akan lewat tanggal kedaluwarsa. Kalau Anda takut lupa, Anda bisa memberikan tanda berupa tanggal masuknya barang-barang tersebut. Dengan begitu, terbuangnya barang stok akan bisa diminimalisasi. 

Selalu Catat Stok yang Masuk dan Keluar

Poin ketiga dari cara mengelola stok barang ini sangat penting karena berkaitan dengan keefektifan stok penyimpanan Anda. Dengan mencatat barang yang masuk dan keluar, Anda akan bisa langsung tahu dengan mudah, barang yang akan habis dan butuh untuk distok ulang. 

Berikutnya, Anda juga bisa memperkirakan rata-rata jumlah barang yang dibutuhkan ketika akan menyetoknya lagi. Misalnya saja, dalam satu bulan ternyata restoran menghabiskan 15 sachet bumbu halus, maka Anda bisa memperkirakan membeli dalam jumlah tersebut di bulan berikutnya. Dengan begitu, tidak akan ada kata mubazir.

Lakukan Pengecekan dengan Seksama Sebelum Barang disimpan

Ketika barang baru saja masuk, hal penting berikutnya yang perlu untuk dilakukan adalah mengecek barang yang baru datang dengan seksama. Banyak sekali keuntungan mengecek barang yang masuk ini. Pertama, Anda bisa mengetahui kalau barang yang Anda pesan benar-benar sesuai, baik dari segi mereknya maupun jumlahnya. Kedua, Anda bisa melihat kalau ada kecacatan pada barang. Dengan begitu, Anda bisa menandainya dan kemungkinan besar Anda bisa menukarkannya. Barang yang cacat biasanya bisa berefek buruk pada cita rasa makanan yang diproduksi. 

Lakukan Pengecekan Rutin

Ketika Anda memilih tempat penyimpanan, tentunya Anda memperhatikan kesesuaian tempatnya dengan barang yang disimpan. Nah, di antara barang yang disimpan itu, Anda perlu memperhatikan dengan khusus barang-barang yang mudah busuk atau mudah berubah kalau tempatnya tidak tepat. Contoh produknya adalah daging, telur, dan sebagainya. Anda perlu melakukan pengecekan berkala supaya bisa langsung mengetahui produk yang telah rusak. Produk sejenis itu akan mudah membuat bagian di sekitarnya yang sebenarnya baik-baik saja menjadi mudah busuk.

Barang yang berkualitas biasanya memiliki daya tahan tinggi. Untuk itu, pilih supplier makanan yang tepat seperti Markaindo. Produk tepung dan bumbu Markaindo ini memiliki kualitas unggul. Untuk memesannya langsung saja ke www.markaindo.com atau marketing@markaindo.com, ya. 

Baca Juga : Ini Dia Tip Sukses Memulai Usaha F&B