Salah satu hal yang menentukan kelezatan masakan adalah bumbu dapur, maka cara menyimpan bumbu perlu diketahui untuk menjaga kualitasnya. Karena bumbu dapur berasal dari rempah-rempah alami, maka perlu disimpan dengan benar agar tidak mudah busuk, berikut ini ulasannya. 

  1. Diletakkan pada Tempat Kering

Setelah membeli bumbu dapur, maka cara menyimpan bumbu yang sebaiknya diterapkan yaitu diletakkan pada tempat terbuka dan kering. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara bumbu dapur lancar, sehingga bumbu bisa bertahan setidaknya hingga satu bulan. Sebab, bumbu dapur sangat sensitif dengan lingkungan basah maupun lembab. 

  1. Bumbu Dijauhkan dari Paparan Sinar Matahari Langsung

Selain disimpan pada tempat kering, pertimbangan lainnya yaitu tempat penyimpanan bumbu jauh dari sinar matahari langsung. Sinar matahari dapat mengubah warna bumbu dapur, serta menjadikannya mengeluarkan aroma tidak sedap hingga membusuk. 

Paparan cahaya matahari juga bisa menyebabkan bumbu mengering, jadi kualitas rempah-rempah menurun. Contoh bahan baku yang sensitif dengan sinar matahari seperti tomat dan dan cabai. 

  1. Bumbu Halus dan Bubuk Disimpan dalam Wadah Tertutup

Bumbu halus disimpan dalam wadah plastik tertutup rapat, yang kedap udara serta air, untuk menjaga keawetannya. Bumbu halus juga bisa ditambahkan dengan satu hingga dua tetes minyak, agar kualitasnya tetap terjaga. 

Begitu juga dengan bumbu bubuk yang disimpan dalam wadah plastik kedap udara yang tertutup rapat, untuk mencegah penggumpalan. 

  1. Jangan Letakkan Bumbu dekat Area Kompor

Kompor memiliki efek yang hampir sama dengan sinar matahari yaitu menjadikan bumbu dapur cepat busuk. Jauhkan bumbu dapur dari kompor, agar terhindar dari hawa panas kompor yang menyebabkan bumbu berubah warna dan cepat kering. 

  1. Daun-daunan Disimpan secara Utuh

Daun-daunan juga sering dipakai sebagai bumbu masakan untuk menciptakan aroma yang sedap, contohnya daun jeruk, salam, dan seledri. Dedaunan diletakkan pada tempat terbuka dan kering, biarkan dalam bentuk lembaran yang masih menempel pada tangkai, selama belum digunakan. 

  1. Bumbu Dicuci Terlebih Dahulu

Ada beberapa rempah-rempah yang harus dicuci sebelum disimpan, contohnya lengkuas, kunyit, kencur, jahe dan lainnya. Setelah rempah-rempah itu selesai dicuci, selanjutnya dijemur sebentar, sampai sisa air cucian menghilang. 

Pastikan rempah-rempah yang dicuci tadi, sudah mengering, setelah itu Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah untuk disimpan. 

  1. Memisahkan Bumbu dengan Sayuran maupun Buah-buahan

Sebaiknya, bumbu dapur berada dalam keranjang berpori-pori besar, untuk mendapatkan sirkulasi udara lebih baik. Hal yang perlu diperhatikan yaitu bumbu dapur terpisah dengan sayuran maupun buah-buahan lain. 

Bahan makanan seperti kentang dapat mengeluarkan gas maupun uap dengan kadar kelembaban tinggi. Jika kentang disimpan bersamaan dengan bumbu dapur, maka bisa menyebabkan bumbu lebih cepat mengalami pembusukan. 

  1. Bawang Putih dan Bawang Merah Disimpan Terpisah

Kedua bumbu dapur ini mengeluarkan gas berbeda saat disimpan, sebaiknya wadah penyimpanan kedua bumbu ini dipisahkan. Cara menyimpan bumbu ini perlu diterapkan untuk meminimalisir proses pembusukan yang lebih cepat, karena perbedaan gas antara keduanya. 

Sajikan Kuliner Lezat dengan Aneka Bumbu dari PT Markaindo Selaras 

Selain cara menyimpan bumbu yang mempengaruhi kualitas suatu bumbu dapur, maka Anda memerlukan bumbu berkualitas dari PT Markaindo Selaras. Karena sia-sia saja menerapkan cara menyimpan bumbu yang benar, jika bumbu yang dibeli sejak awal sudah memiliki kualitas rendah. 

Produk bumbu dari pemasok bahan makanan berkualitas premium ini sudah memperoleh sertifikat halal dari HFFIA dan diakui LPPOM MUI. Ketahui informasi lebih detail mengenai aneka bumbu dapur di www.markaindo.com dan marketing@markaindo.co.id